SELAMAT DATANG

Blog ini ditulis bukan untuk jadi bahan referensi, bahan bacaan yang baik, apalagi sebagai acuan, blog ini hanyalah wujud penulis dalam bentuk kata-kata, jika menghasilkan manfaat itu murni bukan merupakaan suatu kesengajaan yang penulis harapkan. ENJOY...

Jumat, 07 Januari 2011

Selamat tinggal popay....

Hari ini, 8-1-2011 rasanya akan jadi hari paling menyedihkan di dalam karir saya sebagai pecinta binatang, baru 4 hari yang lalu (5-1-2011) saya merasakan kesenangan yang luar biasa karena salah satu hewan yang saya kagumi dan ingin dipelihara berhasil saya dapatkan, elang.
Elang kecil itu saya beri nama popay, umurnya baru sekitar 1 bulan kurang, dan bulunya belum tumbuh secara sempurna. biarpun masih kecil, elang jantan itu telah memperlihatkan sebagai calon elang gagah nantinya jika dewasa. popay makan cukup lahap, berapapun burung pipit yang saya suapkan ke mulutnya dilahap, biasanya dalam 1 hari saya beri makan 2 ekor burung pipit, satu ekor di pagi hari, dan satunya lagi pada sore hari.
namun, kesenangan saya hanya bertahan hingga kemaren malam, yang merupakan saat terakhir saya menyuapi popay makan. tadi pagi saat terbangun saya melihat popay masih dalam posisinya seperti hari2 sebelumnya, namun tidak lama setelah itu saya dapati popay tiba-tiba tersungkur di dalam kandangnya, seketika saya panik dan langsung memutuskan untuk membawa popay ke toko tempat saya mengadopsinya, namun nyawa popay tidak terselamatkan lagi, setibanya disana popay sudah mati.
Saya tidak dapat menyembunyikan perasaan shock yang sangat........
sangat sedih melihat elang yang sudah saya dapatkan dengan susah payah mati begitu saja, sangat sedih dengan kenyataan bahwa waktu saya merawatnya begitu singkat....
Bukan bermaksud lebay, dan mendramatisir tapi ini seperti pukulan yang sangat telak, hantaman yang sangat keras bagi saya, baru kali ini hewan peliharaan saya mati, memang elang adalah hewan non reptil pertama yang saya adopsi, tapi saya benar-benar tidak mengira bahwa pelajaran pertama yang didapat saat memelihara burung sangat-sangat menyakitkan seperti ini, belum pernah rasanya sesedih ini saat melihat hewan mati, namun kali ini sangat sulit untuk menggambarkan bagaimana rasanya.
kematian popay adalah karena kesalahan perawatan yang saya berikan, popay diduga mati karena kedinginan, dan kekurangan sinar matahari....
dengan dibantu oleh pemilik toko, popay dimakamkan di dekat toko itu setelah sebelumnya di kafani dan diperlakukan layaknya manusia.
Maaf popay atas ketidakbecusan saya merawatmu, ini akan jadi pelajaran yang sangat-sangat berharga. semoga rasa shock ini tidak berubah jadi trauma, semoga suatu saat nanti saat telah lebih siap saya mampu merawat dan membesarkan elang lainnya, semoga kau beristirahat dengan damai popay-ku....
Selamat tinggal popay....rest in peace...

Selasa, 04 Januari 2011

Tahukah anda bagaimana cara orang jepang menangkap ikan?

Tahukah anda bagaimana cara nelayan jepang menangkap ikan??

Awalnya nelayan jepang pergi berlayar jauh untuk menangkap ikan, namun....

saat ikan dibawa ke darat ikan-ikan itu mati dan mengeluarkan bau busuk, orang jepang tidak mau memakan ikan yang sudah mati dan membusuk.

Lalu...

nelayan jepang kembali pergi berlayar untuk menangkap ikan di laut jauh... karena tidak mau ikannya mati dan membusuk, nelayan jepang membawa sebuah freezer lalu ikan-ikan hasil tangkapan itu dimasukkan ke dalam freezer agar tidak membusuk, namun...

orang jepang tau membedakan mana ikan yang segar dan mana ikan yang dimasukkan ke dalam freezer untuk mencegah ikan jadi busuk dan lagi-lagi orang jepang tidak mau memakan ikan hasil tangkapan itu...

Kemudian.....

nelayan jepang pergi lagi berlayar ke laut jauh untuk menangkap ikan dengan membawa sebuah tong air yang sangat besar dan diisi dengan air laut yang banyak agar ikan hasil tangkapan tetap dalam keadaan hidup saat tiba di daratan, namun...

sampai di daratan ikan-ikan itu lemas dan tidak mau bergerak karena bosan berada di lingkungan yang lebih sempit dari lingkungan hidup awalnya, orang jepang tau membedakan mana ikan yang segar dan mana ikan yang lemas.

Selanjutnya...

para nelayan kembali berlayar ke laut jauh untuk menangkap ikan, kali ini nelayan membawa sebuah tong besar berisi air laut yang banyak dan memasukkan dua ekor anak ikan hiu ke dalam tong tersebut, seekor anak ikan hiu dapat memakan 4-5 ekor ikan dalam sehari dan perjalanan dari lokasi penangkapan ikan menuju daratan berjarak dua hari, jadi kedua anak ikan hiu itu dapat menghabiskan hingga 20 ekor ikan tangkapan selama perjalanan.

Apa yang terjadi?

Saat tiba di darat semua ikan tangkapan yang berada di dalam tong tersebut masih dalam keadaan segar dan lincah, mengapa?

ikan-ikan tersebut berlomba agar tidak dimakan oleh ikan hiu yang berada di dalam tong tersebut, berlomba untuk bertahan dan mempertahankan hidup...

Kita, yang saya maksud anda dan saya sebagai manusia dapat diibaratkan sebagai ikan-ikan hasil tangkapan di dalam tong tersebut, dan masalah -masalah yang dihadapi diumpamakan sebagai anak hiu yang siap memakan kita, masalah itu membuat kita (maksudnya anda dan saya)mempunyai alasan untuk hidup, menjadi semangat untuk berusaha, dan memberikan motivasi agar tidak dimangsa oleh hiu, eh maksudnya masalah...

Bukannya kita yang harus menyerah pada masalah, tapi buat masalah itu yang kapok dan jera terhadap kita yang sangat sulit, atau mungkin mustahil menyerah terhadap mereka!!

Sekian.